Dan pada perayaan Pentakosta segala rupa orang mencoba untuk menarik pedang tersebut yakni yang berhasrat mencoba; namun tidak ada yang sanggup menaklukkannya melainkan Arthur, dan ia mencabutnya keluar di hadapan segenap penguasa dan rakyat jelata yang berada di sana, yang oleh karenanya segenap rakyat jelata berseru serempak, kami menghendaki Arthur menjadi Raja kami, kami tidak akan lagi menundanya, karena kami semua menyaksikan bahwa ini adalah kehendak Tuhan agar ia kelak menjadi Raja kami, dan barang siapa yang menentang hal ini, kami niscaya akan membinasakannya. Dan bersamaan dengan itu mereka bersimpuh serempak, baik yang kaya maupun yang miskin, dan memohon ampunan Arthur karena mereka telah menundanya begitu lama, dan Arthur memaafkan mereka, dan menggenggam pedang itu di antara kedua tangannya, dan mempersembahkannya di atas altar di mana Uskup Agung berada, dan maka ia pun diangkat menjadi kesatria oleh pria terbaik yang ada di sana. Dan maka seketika itu juga penobatan pun dilaksanakan. Dan di sana ia mengikrarkan sumpah kepada para penguasa bawahannya dan kepada rakyat jelata untuk menjadi seorang Raja sejati, untuk menegakkan keadilan yang sejati semenjak saat itu hingga akhir hayatnya. Selain itu kemudian ia menitahkan segenap penguasa yang mengabdi kepada mahkota untuk menghadap, dan untuk memberikan pelayanan sebagaimana yang sepatutnya mereka lakukan. Dan banyak keluh kesah disampaikan kepada Sir Arthur perihal ketidakadilan besar yang telah terjadi semenjak mangkatnya Raja Uther, perihal banyak tanah yang dirampas dari para penguasa, kesatria, Lady, dan bangsawan. Yang oleh karenanya Raja Arthur menitahkan agar tanah-tanah tersebut diserahkan kembali kepada mereka yang memilikinya.
Tatkala hal ini telah terlaksana, dan Raja telah menstabilkan segenap negeri
di sekeliling London, kemudian ia mengangkat Sir Kay menjadi juru pengurus
Inggris; dan Sir Baudwin dari Britania diangkat menjadi panglima perang; dan
Sir Ulfius diangkat menjadi bendahara istana; dan Sir Brastias diangkat menjadi
penjaga untuk mengawasi wilayah utara dari Trent dan seterusnya, karena pada
masa itu di sanalah letak kelompok musuh Raja yang terbesar. Namun dalam kurun
waktu beberapa tahun sesudahnya Arthur menaklukkan seluruh wilayah utara,
Skotlandia, dan segala yang berada di bawah kekuasaan mereka. Juga Wales,
sebagian darinya, mengangkat senjata melawan Arthur, namun ia menundukkan mereka
semua, sebagaimana yang ia lakukan terhadap sisanya, melalui keperkasaan yang
mulia dari dirinya sendiri beserta para kesatrianya dari Meja Bundar.
Komentar
Posting Komentar