BAB XXI. Bagaimana Ulfius mendakwa Ratu Igraine, ibunda Arthur, atas pengkhianatan; dan bagaimana seorang kesatria datang dan berhasrat agar kematian junjungannya dibalaskan.
Tepat demikianlah melangkah maju Ulfius, dan berseru secara terbuka, agar Raja dan semua yang tengah dijamu pada hari itu niscaya mendengarnya, Engkau adalah Lady yang paling berdusta di dunia, dan pengkhianat terbesar terhadap diri Raja. Berhati-hatilah, titah Arthur, akan apa yang engkau katakan; engkau mengutarakan perkataan yang teramat berat. Hamba amat menyadarinya, sembah Ulfius, akan apa yang hamba utarakan, dan di sinilah sarung tanganku sebagai pembuktiannya terhadap pria mana pun yang hendak mengatakan sebaliknya, bahwa Ratu Igraine ini adalah penyebab dari kerugian besar Paduka, dan dari peperangan besar Paduka. Karena, sekiranya ia sudi mengutarakannya pada masa hidup Raja Uther Pendragon, perihal kelahiran Paduka, dan bagaimana Paduka diperanakkan Paduka niscaya tidak akan pernah menghadapi peperangan mematikan yang telah Paduka alami; karena sebagian besar Baron dari kerajaan Paduka tidak pernah mengetahui putra siapakah Paduka, maupun dari siapa Paduka diperanakkan; dan ia yang mengandung Paduka di dalam rahimnya sepatutnya telah memberitahukannya secara terbuka demi membenarkan kehormatannya dan kehormatan Paduka, dan demikian pula kepada segenap kerajaan, yang oleh karenanya hamba mendakwanya sebagai pendusta di hadapan Tuhan dan di hadapan Paduka serta di hadapan segenap kerajaan Paduka, dan barang siapa yang hendak mengatakan sebaliknya hamba niscaya akan membuktikannya ke atas raganya.
Kemudian bertutur katalah Igraine dan berkata, aku adalah seorang perempuan
dan aku tidak dapat bertarung, namun daripada aku harus menanggung aib, niscaya
akan ada pria budiman yang sudi mengambil alih perseteruanku ini. Lebih lanjut,
katanya, Merlin mengetahui dengan sungguh-sungguh, dan engkau Sir Ulfius,
bagaimana Raja Uther datang kepadaku di dalam Kastel Tintagil dalam rupa
junjunganku, yang telah mangkat tiga jam sebelumnya, dan dengan demikian
menaburkan benih seorang anak pada malam itu di dalam rahimku. Dan setelah hari
ketiga belas Raja Uther menikahiku, dan atas titahnya tatkala anak itu lahir ia
diserahkan kepada Merlin dan diasuh olehnya, dan maka aku tidak pernah melihat
anak itu lagi sesudahnya, dan juga tidak mengetahui siapakah namanya, karena
aku belum pernah mengenalnya hingga saat ini. Dan di sana, Ulfius berkata
kepada sang Ratu, Merlin lebih patut disalahkan daripada Paduka. Aku amat
menyadarinya, titah Ratu, aku telah mengandung seorang anak dari junjunganku
Raja Uther, namun aku tidak mengetahui ke manakah gerangan ia dibawa. Kemudian
Merlin meraih tangan Raja, sembari berkata, Inilah ibunda Paduka. Dan bersamaan
dengan itu Sir Ector memberikan kesaksian bagaimana ia telah mengasuhnya atas
titah Uther. Dan bersamaan dengan itu Raja Arthur merengkuh ibundanya, Ratu
Igraine, ke dalam pelukannya dan mengecupnya, dan keduanya saling menangis satu
sama lain. Dan kemudian Raja menitahkan untuk menyelenggarakan sebuah perjamuan
agung yang berlangsung selama delapan hari.
Kemudian pada suatu hari datanglah ke dalam istana seorang Squire di atas
punggung kuda, menuntun seorang kesatria di hadapannya yang terluka hingga
ambang maut, dan menceritakan bagaimana terdapat seorang kesatria di dalam
hutan yang telah mendirikan sebuah tenda kebesaran di tepi sebuah mata air, dan
telah membinasakan junjunganku, seorang kesatria yang tangguh, namanya adalah
Miles; yang oleh karenanya hamba memohon kepada Paduka agar junjunganku niscaya
dikebumikan, dan agar ada kesatria yang sudi membalaskan maut junjunganku.
Kemudian kegaduhan meruak teramat besar perihal maut kesatria tersebut di dalam
istana, dan setiap pria mengutarakan mufakatnya. Kemudian tampillah Griflet
yang hanyalah seorang Squire, dan ia masih teramat muda, seumur dengan Raja
Arthur, maka ia memohon kepada Raja demi segenap pengabdian yang telah ia
baktikan kepadanya agar ia dikaruniai penahbisan gelar kesatria.
Komentar
Posting Komentar