BAB XXVI. Perihal bagaimana kabar tiba kepada Arthur bahwa Raja Rience telah menaklukkan sebelas raja, dan bagaimana ia menghendaki janggut Arthur untuk menghiasi mantelnya.

 Sementara itu datanglah seorang utusan dari Raja Rience dari Wales Utara, dan ia adalah raja atas segenap Irlandia, dan atas banyak pulau. Dan inilah pesannya, menghaturkan salam yang baik kepada Raja Arthur dengan tata cara sedemikian rupa, mengatakan bahwasanya Raja Rience telah menundukkan dan menaklukkan sebelas raja, dan tiap-tiap dari mereka menghaturkan sembah setia kepadanya, dan hal itu adalah demikian, mereka menyerahkan janggut mereka yang dikuliti habis kepadanya, sebanyak yang ada; yang oleh karenanya utusan itu datang untuk meminta janggut Raja Arthur. Sebab Raja Rience telah menghiasi tepi sebuah mantel dengan janggut-janggut para raja, dan terdapat kekurangan pada satu bagian dari mantel tersebut; yang oleh karenanya ia mengutus utusan untuk meminta janggutnya, atau jika tidak ia kelak memasuki tanah kekuasaannya, dan membakar serta membinasakan, dan takkan pernah enyah hingga ia mendapatkan kepala beserta janggut itu. Baiklah, titah Arthur, engkau telah menyampaikan pesanmu, yang mana merupakan pesan yang paling keji dan paling biadab yang pernah didengar oleh seorang pria dikirimkan kepada seorang raja; lagipula engkau dapat melihat bahwasanya janggutku belumlah cukup lebat untuk dijadikan hiasan pinggiran mantel. Namun sampaikanlah hal ini kepada rajamu: Aku tiada berutang sembah setia kepadanya, tiada pula satu pun dari para leluhurku; namun tidak lama lagi, ia kelak akan menghaturkan sembah setia kepadaku di atas kedua lututnya, atau jika tidak ia kelak akan kehilangan kepalanya, demi kehormatan ragaku, sebab ini adalah pesan yang paling memalukan yang pernah aku dengar untuk diperbincangkan. Aku mengamati bahwasanya rajamu belumlah pernah bersua dengan pria yang terhormat, namun sampaikanlah kepadanya, aku kelak akan memenggal kepalanya melainkan ia menghaturkan sembah setia kepadaku. Kemudian utusan itu pun bertolak.

Kini adakah seorang pun di sini, titah Arthur, yang mengenali Raja Rience? Kemudian menjawablah seorang kesatria yang bernama Naram, Tuanku, hamba mengenali raja itu dengan baik; ia adalah seorang pria yang teramat tangguh raganya, sebagaimana segelintir yang masih hidup, dan seorang pria yang teramat angkuh, dan Tuanku, janganlah Paduka ragu bahwasanya ia niscaya mengobarkan peperangan terhadap Paduka dengan bala tentara yang teramat perkasa. Baiklah, titah Arthur, aku niscaya akan mempersiapkan balasan baginya dalam waktu yang singkat.

Komentar